Entri Populer

Sabtu, 09 Juni 2012

unsur, senyawa, dan campuran dalam kimia


Lambang unsur

Setiap dalam suatu unsur pasti akan diberi lambang sesuai dengan aturan penulisan dalam internasional. Berikut ini adalah aturan penulisan dalam suatu unsur.

a.     Untuk lambang unsur yang hanya terdiri atas satu huruf, penulisannya itu menggunakan huruf kapital.

Contoh seperti :

·         Karbon dinotasikan C.
·         Unsur Hidrogen dinotasikan H.
·         Unsur Oksigen dinotasikan 0.

b.     Untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf, penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan mengunakan huruf kecil.

Contohnya seperti :

·         Unsur Natrium dinotasikan Na.
·         Unsur Kalsium dinotasikan Ca.


Berikut ini lambang unsur logam dan nonlogam


Unsur Logam
Unsur Nonlogam
Nama Unsur       Lambang
i Nama Unsur       Lambang

Aluminium  Al
Argon         Ar
Antimon
Sb
Arsen
As
Barium
Ba
Belerang
S
Besi
Fe
Boron
B
Bismut
Bi
Bromin
Br
Emas
Au
Flourin
F
Kalium
K
Fosforus
P
Kalsium
Ca
Helium
He
Kobalt        Co
Hidrogen
H
Kromium
Cr
lodin
1
Mangan
Mn
Karbon
C
Magnesium
Mg
Klorin
CI
Natrium
Na
Neon
Ne
Nikel
Ni
Nitrogen
N
Perak
Ag
Oksigen
0
Raksa
Hg
Silikon
Si
Seng
Zn
Kripton
Kr
Tembaga
Cu
Xenon
X
Timah
Sn
Selenium
Se
Timbal
Pb
Radon
Rn


Tabel periodik unsur



Untuk dapat dengan mudah mempelajari serta mengamati suatu unsur, dibuatlah sebuah table yang dinamakan tabel periodik unsur. Tabel periodik unsur ini ialah suatu tabel yang menggambarkan tentang unsur-unsur yang ada dalam kimia yang dibuat dalam bentuk tabel. Unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya yang bersifat kimia unsur tersebut berubah-ubah secara beraturan di sepanjang tabel. Setiap unsur itu didaftarkan berdasarkan nomor atom serta lambang unsurnya. Dalam tabel periodik unsur, unsur dikelompokkan ke dalam golongan dan periode berdasarkan kesamaan sifat. Golongan dalam tabel periodik disusun secara vertikal (dari atas ke bawah), sedangkan periode unsur disusun secara horizontal (dari kiri ke kanan).

Definisi Senyawa

Definisi dari Senyawa itu ialah suatu gabungan yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dengan perbandingan tertentu dalam setiap molekulnya. Senyawa itu dapat dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia dari suatu senyawa dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris.

Kedua Rumus molekul itu adalah suatu molekul yang ada dalam rumus kimia yang menyatakan suatu jenis serta jumlah atom yang dapat menyusun zat. Sedangkan Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan suatu perbandingan terkecil atau jumlah dari atom-atom pembentuk senyawa. Contohnya seperti  n-heksana  memiliki  rumus  yang molekulnya  terdiri dari CH3CH2CH2CH2CH2CH3, yang menyatakan bahwa senyawa ini pasti punya struktur rantai lurus yang terdri dari masing-masing  6 atom karbon, dan 14 atom hidrogen. Dengan rumus molekul tersebut maka dapat disimpulkan bahwa formula kimia heksana adalah C6H14, sedangkan rumus empirisnya adalah C3H7 yang menunjukkan rasio C:H sebesar 3 : 7.

1.    Sifat-sifat yang ada dalam senyawa

senyawa itu ternyata mempunyai sifat-sifat tersendiri, berikut ini adalah sifat-sifat dari senyawa :

a.    Senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses  dari reaksi kimia
b.    Komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu saja itu tetap.
c.    Senyawa itu tidak bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika.
d.    Senyawa itu dapat dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal.
e.    Mempunyai   sifat-sifat   tertentu   yang   berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya, perbandingannya dua hidrogen
dan satu oksigen.


2.    Penamaan dalam senyawa

A. Senyawa yang terdiri dari unsur logam dan unsur nonlogam

Nama dalam suatu unsur logam menjadi nama depan dan unsur nonlogam menjadi nama belakang.

Contoh:

Unsur logam     unsur nonlogam      rumus kimia    nama senyawa

Magnesium            oksigen                 MgO        Magnesium oksida
Kalium                    Brom                     KBr          Kalsium Bromida


B. Senyawa yang hanya terdiri dari unsur nonlogamnya saja

Senyawa yang terdiri atas dua unsur non logam, nama belakangnya pasti akan diberi akhiran.

Apabila ada pasangan dalam suatu unsur yang bersenyawa lebih dari satu, maka penamaan senyawa tersebut dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya, yang dinyatakan dalam bahasa yunani sebagai berikut.

1    = mono                          6  = heksa
2    = di                                7  = hepta
3    = tri                               8  = okta
4    = tetra                           9  = nona
5    = penta                          10 = deka

Contoh:

CO = Karbon monoksida    C02 = Karbon dioksida

C.  Senyawa yang terdiri atas unsur hidrogen dan nonlogam

Terdapat dua aturan dalam pemberian penamaan untuk senyawa yang, tersusun atas unsur hidrogen dan non logam, yaitu:

1)   Kata hidrogen itu dapat dijadikan nama depan dan nama unsur non logam sebagai nama belakang dengan akhiran kata Ida.
Contohny seperti  HF = Hidrogen fluorida


2)   Menggunakan kata asam sebagai nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang ditambah akhiran ida.
Contohnya seperti HF = Asam fluorida


D. Senyawa yang terdiri atas unsur logam, oksigen, dan unsur hidrogen

apabila dalam suatu unsur oksigen merupakan unsur kedua yang diikuti dengan unsur hidrogen maka penamaan senyawa dapat menggunakan suatu  nama unsur logam sebagai nama depan. Kata hidroksida yang merupakan gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen, sebagai nama belakangnya.

Contoh: NaOH: Natrium hidroksida KOH: Kalium hidroksida


C. Campuran

Campuran merupakan suatu gabungan yang terjadi atas beberapa zat dengan perbandingannya yang tidak tetap dan tanpa melakukan reaksi kimia. Sifat asli dalam suatu zat pembentuk campuran yaitu ada yang masih dapat dibedakan satu sama lain. Berdasarkan homogenitasnya, campuran itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut :

1.    Campuran homogen

Campuran homogen ialah campuran yang tediri diantara dua zat atau lebih yang apabila partikel-partikel penyusunnya itu tidak bisa lagi dibedakan. Campuran homogen itu punya suatu bagian-bagian penyusun yang sama. Larutan merupakan campuran yang ada dalam suatu homogen. Oleh karenanya, campuran homogen itu kerap sekali disebut juga dengan larutan. Dalam larutan, zat itu dapat terlarut dan itu disebut dengan solute, sedangkan zat pelarut dinamkan solvent.

Berikut ini adalah sifat dari larutan :

a.    dalam larutan itu Terdiri atas dua zat atau lebih yang setiap partikelnya itu  penyusunnya menyebar dan merata di seluruh larutan.
b.    dalam larutan Ukuran partikel larutan itu kurang dari 10 nm.
c.    Setiap partikel penyusun larutan menyebar merata di seluruh larutan.



Contoh : gambar larutan yang terdiri dari dua zat atau lebih


2. Campuran heterogen

merupakan Campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya.

Campuran Heterogen itu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu sebagi beikut :

a. Koloid

Partikel-partikel yang ada dalam koloid hanya dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat jenis mikroskop yang dinamakan mikroskop ultra. Ukuran partikel yang terdapat dalam larutan kira-kira antara 10 sampai dengan 1000 nm. Partikelnya pun menyebar, tetapi nggak bisa mengendap, serta tidak dapat menghamburkan cahaya. Contohnya seperti susu, asap, kabut, agar-agar, kuningtelur dll.

b. Suspensi

Obat batuk cair merupakan contoh larutan heterogen Partikel-partikel yang terdapat pada suspensi dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa. Ukuran partikelnya pun lebih besar yaitu kira-kira sampai 1.000 nm. Suspensi nggak bisa ditembus cahaya. Contohnya seperti minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.



Contoh : gambar obat cair


Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi proses kelarutan dalam suatu zat.

1. Suhu

Suatu zat akan dapat semakin mudah terlarut dalam zat pelarut apabila suhunya itu semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya suatu partikel-partiklel dalam suatu zat pada suhu yang lebih tinggi dan dapat bergerak lebih cepat sehingga kemungkinan dapat terjadinya suatu tumbukan yang lebih sering dan efektif. Ini membuat zat semakin mudah terlarut.

2. Ukuran zat terlarut

Secara umum, makin besar luas permukaan pada suatu zat maka pelarutannya pun akan makin lebih cepat. Hal ini disebabkan karena dengan semakin besar luas permukaan suatu zat, berarti semakin banyak pula partikel yang bertumbukan dan akan mempercepat proses terbentuknya larutan.

3. Volume  dalam pelarut 

Volume pelarut ternyata dapat mempengaruhi proses kelarutan juga. Semakin banyak volume pelarut yang digunakan, maka akan makin cepat suatu zat akan melarut.

4. Pengadukan

Proses pengadukan dapat mempengaruhi suatu proses dalam kelarutan. Dengan adanya proses dalam pengadukan, pada suatu zat akan semakin lebih cepat terlarutnya dalam suatu pelarut.

D. Pemisahan Campuran

Berikut adalah contoh pemisahan pada campuran :

Proses industri yang melibatkan proses pemisahan, antara lain pengolahan minyak bumi, pemisahan logam dari mineralnya, penjernihan air, pengolahan limbah industri. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:

1.    Penyaringan atau lebih dikenal dengan filtrasi

Dalam suatu proses Penyaringan dilakukannya berdasarkan perbedaan ukuran partikenyal. Dalam Proses penyaringan menggunakan suatu penyaring contohnya seperti kertas saring, sehingga partikel-partikel yang sangat kecil dapat melewati penyaring tersebut. Hasil penyaringan pada partikel-partikel disebut dengan filtrat, sedangkan partikel-partikel yang lebih besar dan tertahan pada kertas saring disebut dengan residu.



Contoh : gambar proses filtrasi

2. Penyulingan (destilasi)

Penyulingan ialah suatu teknik dalam suatu pemisahan campuran yang terjadi berdasarkan pada perbedaan suatu titik didih yang terdiri dari masing-masing komponen yang ada dalam suatu campuran. Proses pemisahan campuran ini dilakukan dengan dua cara, yaitu yang pertama dengan cara penyulingan dan dengan cara penguapan / pengembunan. Campuran itu mula-mula dipanaskan sampai di atas titik didih zat yang akan dipisahkan. Karena titik didih zat yang akan dipisahkan lebih rendah dari titik didih campuran maka zat tersebut akan menguap lebih dahulu. Uap yang terbentuk selanjutnya didinginkan sehingga menjadi cairan.



3. Kristalisasi

Zat padat itu tidak dapat dipisahkan dari larutan dengan cara disaring. Zat padat dipisahkan dari larutan meialui proses kristalisasi. Kristalisasi dapat terbentuk jika uap dari partikel yang sudah mengalami sublimasi menjadi dingin. Pada kristalisasi, bahan-bahan lain yang tidak di inginkan, tetapi terdapat dalam campuran, akan tetap berwujud cair.


Contoh : gambar proses kristalisasi


4. Sublimasi

Sublimasi merupakan perubahan dari wujud zat padat menjadi gas, atau sebaliknya. Tetapi Untuk dapat dipisahkan melalui metode sublimasi ini, zat terlarut harus dapat memiliki perbedaan titik didih yang tinggi sehingga dapat menghasilkan suatu uap dengan tingkat kemurniannya yang tinggi.


Contoh : gambar proses sublimasi
  

Zat yang dapat menyublim, antara lain :

1.   kapur barus



Contoh : gambar kapur barus

2.   iodium


Contoh : gambar iodium

3.   kafein.


contoh : gambar kafein
5. Kromatografi

Kromatografi merupakan suatu teknik dalam pemisahan suatu campuran dengan cara menguraikan partikel yang berwarna. Dalam campuran tersebut penguraian partikel tersebut berubah menjadi komponen-komponen penyusunnya. Kromatografi biasa digunakan dalam industri makanan yang berguna untuk mengetahui suatu pewarna makanan berbahaya atau tidak bagi kesehatan.



Contoh : gambar proses Kromatografi


6. Ekstraksi

Ekstraksi ialah pemisahan dalam suatu zat dari campurannya dengan cara melarutkan zat tersebut pada pelarut yang sesuai. Ekstraksi biasanya dilakukan pada industri teh botol.


contoh : gambar proses ekstraksi
7. Adsorbsi

Adsorbsi merupakan penarikan yang dilakukan dengan kuat sehingga zat tersebut dapat menempel pada permukaan absorben atau yang lebih dikenal dengan zat penyerap. Zat yang biasa digunakan sebagai penyerap itu seperti karbon aktif yang gunanya itu mampu menyerap gas, zat warna, dan bahkan mikro organisme. Adsorbsi ini biasa dilakukan pada industri gula yang bertujuan untuk dapat memutihkan gula yang kotor.

8. Penguapan

Penguapan merupakan suatu teknik untuk dapat memisahkan suatu campuran, dengan zat terlarut dalam campuran tersebut adalah zat padat dan pelarutnya adalah zat cair. Penguapan yang terjadi ini dapat dilakukan dengan cara memanaskan larutan hingga suhu tertentu. Jika suatu larutan dipanaskan melebihi titik didih pelarutnya maka partikel pelarutanya pun akan semakin menguap, sedangkan padatan yang terlarut akan tertinggal.














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar